SINOPSIS BUKU

 




ANALISIS BUKU


1. Judul

Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan


2. Penulis

Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si.


3. Halaman

xv + 216 halaman.


4. Edisi

Cetakan I.


5. Penerbit

Bumi Aksara, Jakarta.


6. Tahun Terbit

2011. 


7. Tema

Supervisi pembelajaran sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan melalui pembinaan profesional terhadap guru.


8. Resume Buku

Buku ini membahas pentingnya supervisi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Menurut Ali Imron, supervisi bukan sekadar mengawasi guru, tetapi merupakan bentuk bantuan profesional agar guru mampu melaksanakan pembelajaran secara efektif dan berkualitas.


Penulis menjelaskan konsep dasar supervisi, tujuan, fungsi, prinsip, serta ruang lingkup supervisi pembelajaran. Supervisi dilakukan untuk membantu guru mengembangkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih baik.


Buku ini juga menjelaskan berbagai pendekatan supervisi, yaitu pendekatan ilmiah (scientific), artistik (artistic), dan klinis (clinical). Selain itu dibahas pula berbagai model supervisi seperti directive, collaborative, dan nondirective yang dapat dipilih sesuai kebutuhan guru.


Pada bagian selanjutnya dijelaskan keterampilan yang harus dimiliki supervisor, meliputi keterampilan konseptual, hubungan manusia, dan keterampilan teknis. Penulis juga memberikan contoh penerapan supervisi terhadap berbagai model pembelajaran serta cara mengevaluasi hasil supervisi agar pembinaan guru berlangsung secara berkelanjutan.


Secara keseluruhan, buku ini menjadi pedoman bagi kepala sekolah, pengawas sekolah, mahasiswa pendidikan, maupun guru dalam melaksanakan supervisi pembelajaran yang profesional sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. 


9. Buku Pembanding (Apple to Apple)

Buku Pembanding 1

Judul: Supervisi Pendidikan

Penulis: Bismar Sibuea, dkk.


Persamaan:

Sama-sama membahas konsep supervisi pendidikan.

Menjelaskan tujuan supervisi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

Menekankan pembinaan profesional terhadap guru.


Perbedaan:

Buku Ali Imron lebih fokus pada supervisi pembelajaran di tingkat satuan pendidikan.

Buku Bismar Sibuea membahas supervisi pendidikan secara lebih umum, termasuk aspek manajerial.


Buku Pembanding 2

Judul: Monitoring dan Supervisi Pendidikan

Penulis: Mizanul Hasanah, dkk.


Persamaan:

Membahas proses supervisi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.

Sama-sama menguraikan teknik supervisi dan evaluasi.


Perbedaan:

Buku Mizanul Hasanah menambahkan pembahasan mengenai monitoring pendidikan.

Buku Ali Imron lebih rinci membahas pendekatan dan model supervisi pembelajaran.


Buku Pembanding 3

Judul: Supervisi Pendidikan

Penulis: Hendrajaya & Sri Wartini.


Persamaan:

Sama-sama membahas fungsi, tujuan, dan prinsip supervisi pendidikan.

Menekankan pentingnya kolaborasi antara supervisor dan guru.


Perbedaan:

Buku Hendrajaya lebih banyak membahas supervisi pada era pendidikan modern.

Buku Ali Imron lebih banyak memberikan landasan teori dan contoh penerapan supervisi pembelajaran.


10. Apa yang Digagas oleh Penulis

Ali Imron menggagas bahwa supervisi pembelajaran harus dipandang sebagai proses pembinaan profesional, bukan mencari kesalahan guru. Supervisor harus menjadi pembimbing, motivator, dan mitra kerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan supervisi yang baik, guru dapat memperbaiki metode mengajar, meningkatkan kreativitas, dan menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif.


11. Relevansi Gagasan dengan Dunia Nyata Sekarang

Gagasan dalam buku ini masih sangat relevan. Saat ini sekolah dituntut meningkatkan kualitas pembelajaran melalui Kurikulum Merdeka, pembelajaran berdiferensiasi, dan pemanfaatan teknologi. Kepala sekolah dan pengawas tidak cukup hanya melakukan penilaian administrasi, tetapi harus memberikan pendampingan kepada guru agar mampu berinovasi dalam proses pembelajaran. Supervisi yang bersifat kolaboratif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi guru dan mutu pendidikan di era digital.


12. Kekurangan

Masih menggunakan contoh penerapan yang sesuai dengan kondisi pendidikan saat KTSP sehingga perlu disesuaikan dengan perkembangan kurikulum terbaru.

Belum banyak membahas penggunaan teknologi digital dalam supervisi pembelajaran.

Bahasa pada beberapa bagian cukup akademis sehingga memerlukan pemahaman yang baik bagi pembaca pemula.


13. Kelebihan

Pembahasan sangat sistematis dan mudah diikuti.

Menjelaskan konsep supervisi secara lengkap mulai dari teori hingga praktik.

Disertai berbagai pendekatan dan model supervisi yang dapat diterapkan di sekolah.

Sangat bermanfaat bagi mahasiswa pendidikan, guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Relevan sebagai referensi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.


14. Foto Cover Buku







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adab seseorang remaja sma kepada orang tua, guru, dan teman

Perkenalan diri

Tantangan implementasi pembelajaran berbasis IT perpektif islam